Plasenta Previa Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Ibu dan Janin?

Plasenta Previa Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Ibu dan Janin?
Plasenta Previa Saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Ibu dan Janin?

Kenapa hal ini bisa terjadi? Penyebab pastinya memang belum diketahui, tapi beberapa faktor risiko utamanya adalah adanya bekas luka pada rahim akibat operasi caesar, miom, atau kuretase. Selain itu, faktor usia (di atas 35 tahun), kehamilan kembar, dan kebiasaan merokok juga bisa berpengaruh. Jaringan rahim yang punya bekas luka cenderung menarik plasenta untuk menempel di tempat yang salah yaitu di dekat leher rahim sehingga terjadilah plasenta previa.

Apakah Plasenta Previa Berbahaya?

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah seberapa bahaya kondisi ini? Jawabannya adalah plasenta previa memang tergolong kondisi kehamilan yang berisiko dan memerlukan pengawasan medis yang ketat. Bahaya utama yang ditimbulkan adalah risiko perdarahan hebat, baik selama masa kehamilan maupun saat proses persalinan. Karena letak plasenta yang menutupi jalan lahir, proses pelebaran rahim saat mendekati persalinan dapat memicu robekan pada plasenta yang menyebabkan perdarahan yang sulit dihentikan. Ini deretan beberapa risiko dan kondisi yang perlu diwaspadai jika Bunda terdiagnosis plasenta previa:

  1. Perdarahan Pervaginam Tanpa Nyeri

    Ini adalah gejala paling umum. Perdarahan bisa terjadi secara tiba-tiba, sering kali berwarna merah segar, dan muncul terutama pada trimester ketiga.

  2. Risiko Persalinan Prematur

    Dalam banyak kasus, perdarahan yang terjadi memaksa dokter untuk melakukan persalinan lebih awal (prematur) melalui operasi caesar darurat guna menyelamatkan nyawa ibu dan janin.

  3. Anemia pada Ibu

    Perdarahan yang berulang, meskipun tidak selalu dalam jumlah banyak, dapat menurunkan kadar hemoglobin ibu secara drastis, sehingga ibu menjadi lemah dan rentan anemia.

  4. Gangguan Pertumbuhan Janin

    Aliran darah yang tidak optimal ke plasenta yang berada di bawah dapat mempengaruhi asupan nutrisi janin, yang dalam beberapa kasus memicu gangguan pertumbuhan di dalam kandungan.

  5. Kebutuhan Operasi Caesar Mutlak

Hampir seluruh kasus plasenta previa total yang menetap hingga akhir kehamilan mengharuskan ibu untuk melahirkan melalui operasi caesar. Upaya melahirkan secara normal sangat berisiko tinggi karena dapat menyebabkan perdarahan fatal.

Langkah Penanganan

Meski terdengar cukup mengkhawatirkan, plasenta previa tidak selalu menjadi kondisi yang berbahaya sepanjang kehamilan. Pada banyak kasus, posisi plasenta yang berada di bawah pada awal kehamilan dapat bergeser ke atas seiring pertumbuhan rahim. Karena itu, pemeriksaan USG secara rutin sangat penting untuk memastikan posisi plasenta dan memantau perkembangan kehamilan.

Jika hingga mendekati persalinan posisi plasenta masih menutupi jalan lahir, dokter biasanya akan memberikan beberapa anjuran khusus. Bunda mungkin diminta mengurangi aktivitas berat, menghindari hubungan intim, dan tidak bepergian jauh. Apabila terjadi perdarahan, segera periksakan diri ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan rutin dan kepatuhan terhadap anjuran dokter menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

KehamilanKesehatanGlobumil
Dipublikasikan:
Kategori: Kehamilan
Penulis:
Globumil

Komentar

⚠️

Komentar tidak dapat dimuat

Terjadi masalah saat memuat komentar. Silakan refresh halaman atau coba lagi nanti.

Berikan Komentar