Seramnya lagi, kekurangan zat besi ini gak cuma bikin ibu lemas, tapi juga berdampak besar buat si buah hati di dalam rahim. Mengingat janin sangat bergantung sama asupan dari ibunya, kalau suplai oksigennya terganggu, tumbuh kembang organ vital dan otaknya bisa kena imbasnya. Biar gak kecolongan, kenali apa aja sih dampak buruk kalau janin sampai kekurangan zat besi!
1. Terhambatnya Perkembangan Otak dan Fungsi Saraf
Zat besi memainkan peran sentral dalam proses mielinisasi, yaitu pembentukan selubung pelindung saraf di otak janin yang berfungsi mempercepat penyampaian sinyal informasi. Ketika janin kekurangan zat besi pada masa pembentukan organ tubuh, proses tumbuh kembang jaringan otaknya akan terganggu. Dampaknya bisa menetap hingga anak tumbuh dewasa, seperti penurunan daya ingat, kesulitan konsentrasi, serta kemampuan kognitif dan motorik yang berada di bawah rata-rata anak seusianya.
2. Risiko Tinggi Terlahir Prematur
Kondisi anemia defisiensi besi yang parah pada ibu hamil dapat memicu timbulnya stres oksidatif dan merangsang pelepasan hormon kortikotropin secara berlebihan. Hormon ini dapat memicu kontraksi dini pada rahim sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37. Bayi yang terlahir prematur memiliki risiko tinggi mengalami masalah pernapasan, gangguan sistem pencernaan, dan ketidakmampuan mengatur suhu tubuh secara alami karena organ-organnya belum matang sempurna.
3. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Kurangnya pasokan hemoglobin membuat penyaluran nutrisi dari ibu ke plasenta menjadi sangat minim. Akibatnya, janin mengalami hambatan pertumbuhan intrauterin (intrauterine growth restriction), di mana ia tidak mendapatkan kalori dan gizi yang cukup untuk menambah massa tubuhnya. Kondisi ini menyebabkan bayi terlahir dengan berat badan di bawah 2,5 kilogram, yang membuatnya lebih rapuh, rentan mengalami komplikasi kesehatan awal, serta membutuhkan perawatan intensif di ruang inkubator.
4. Cadangan Zat Besi Bayi Saat Lahir Sangat Rendah
Pada trimester ketiga kehamilan, janin secara alami akan menyerap dan menimbun cadangan zat besi dari ibunya sebagai bekal tumbuh kembang untuk 6 bulan pertama kehidupannya setelah lahir. Namun, jika cadangan zat besi pada tubuh ibu sudah habis sejak awal, janin tidak akan memiliki simpanan nutrisi tersebut. Alhasil, bayi akan sangat rentan menderita anemia pada bulan-bulan awal kelahirannya, bahkan sebelum ia diperbolehkan mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI).
5. Sistem Kekebalan Tubuh Bayi Menjadi Lemah
Zat besi memiliki peranan langsung dalam mendukung pematangan sel-sel imun, seperti sel T yang berfungsi melawan kuman dan bakteri. Bayi yang mengaliri masa kandungan dengan kondisi kekurangan zat besi akan terlahir dengan sistem pertahanan tubuh yang kurang optimal. Hal ini membuat si kecil menjadi sangat sensitif dan mudah terserang berbagai risiko penyakit infeksi, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga gangguan pencernaan pada masa awal kehidupannya.
Penuhi Kebutuhan Nutrisi Kehamilan dengan Globumil dari Medikacare
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting bagi ibu hamil dan janin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang merupakan langkah utama yang wajib dilakukan. Namun, untuk memastikan seluruh kecukupan nutrisi harian terpenuhi secara optimal, penggunaan suplemen tambahan sangat dianjurkan sesuai dengan arahan dokter atau bidan.
Sebagai solusi pelengkap nutrisi kehamilan, Globumil dari Medikacare hadir dengan kombinasi kaya vitamin, mineral, dan DHA yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang calon buah hati sepanjang masa kehamilan.
Mengapa Globumil?
- Zat Besi, Vitamin C, dan Vitamin B Kompleks: Membantu mendukung pembentukan sel darah merah serta menjaga metabolisme energi tubuh ibu agar tidak cepat lelah.
- Asam Folat dan DHA: Mendukung perkembangan janin secara optimal, mulai dari pembentukan tabung saraf hingga perkembangan otak dan penglihatan mata.
- Kalsium, Yodium, dan Vitamin D: Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menjaga kesehatan tulang ibu serta mendukung pertumbuhan struktur tubuh janin.
- Zink dan Biotin: Mendukung fungsi imunitas tubuh serta mengoptimalkan proses metabolisme energi harian selama masa kehamilan.

Komentar
Komentar tidak dapat dimuat
Terjadi masalah saat memuat komentar. Silakan refresh halaman atau coba lagi nanti.