Perubahan hemodinamik saat persalinan memang dapat memengaruhi tekanan intraokular, sehingga evaluasi kondisi retina menjadi langkah penting sebelum persalinan. Dengan deteksi dini dan pengawasan medis yang tepat, ibu hamil dengan miopia tetap dapat menjalani persalinan dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan penglihatan. Maka di bawah ini panduan lengkap mengenai tips melahirkan aman bagi ibu hamil dengan mata minus agar proses persalinan berjalan lancar dan penglihatan tetap terjaga.
1. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Komprehensif
Langkah paling krusial yang harus dilakukan oleh ibu hamil dengan mata minus terutama jika minus di atas 5 atau 6 dioptri adalah mengunjungi dokter spesialis mata (opthalmologist). Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada trimester ketiga kehamilan. Dokter akan melakukan pemeriksaan funduskopi untuk melihat kondisi retina secara detail. Tujuannya adalah memastikan tidak ada penipisan retina, robekan kecil, atau tanda-tanda kelemahan pada lapisan belakang mata. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan retina dalam kondisi kuat dan stabil, maka peluang untuk melahirkan secara normal tetap terbuka lebar.
2. Konsultasi dan Komunikasi Antar Dokter
Keamanan persalinan sangat bergantung pada komunikasi yang baik antara dokter spesialis kandungan (Obgyn) dan dokter spesialis mata. Ibu harus menyampaikan hasil pemeriksaan mata kepada dokter kandungan. Dokter mata biasanya akan memberikan surat rekomendasi yang menyatakan apakah kondisi retina ibu cukup aman untuk menghadapi tekanan saat mengejan. Dengan kolaborasi ini, tim medis dapat menentukan tindakan pencegahan yang diperlukan atau memutuskan apakah metode caesar memang diperlukan demi keselamatan penglihatan ibu.
3. Pelajari Teknik Mengejan yang Benar

Salah satu penyebab meningkatnya tekanan pada mata saat melahirkan adalah teknik mengejan yang salah. Banyak ibu hamil secara tidak sadar mengejan di bagian wajah dan mata, sehingga mata tampak memerah dan tertekan. Tips amannya adalah dengan mengikuti kelas senam hamil atau edukasi persalinan untuk belajar cara mengejan yang terpusat di area perut dan panggul. Pastikan mata tetap terbuka saat mengejan dan arahkan pandangan ke arah perut. Hindari menutup mata terlalu kencang atau menahan napas di tenggorokan (teknik valsalva) yang dapat memicu lonjakan tekanan pada pembuluh darah di mata.
4. Pertimbangkan Prosedur Persalinan Dibantu (Vacum/Forceps)
Jika dokter kandungan menilai ada risiko namun tetap ingin mencoba persalinan normal, salah satu opsinya adalah persalinan dengan bantuan alat seperti vakum atau forceps. Metode ini bertujuan untuk memperpendek fase kedua persalinan (kala dua) sehingga ibu tidak perlu mengejan terlalu lama atau terlalu kuat. Hal ini sangat efektif untuk meminimalisir tekanan pada retina mata. Tentu saja, penggunaan alat bantu ini harus berdasarkan indikasi medis dan dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman.
5. Tetap Tenang dan Kelola Stres
Kondisi psikologis ibu sangat memengaruhi tekanan darah dan ketegangan otot saat melahirkan. Stres yang berlebihan dapat membuat otot-otot di area wajah menjadi kaku, yang secara tidak langsung memengaruhi kenyamanan area mata. Praktikkan teknik pernapasan yang dalam dan teratur selama kontraksi berlangsung. Dengan kondisi mental yang tenang, ibu akan lebih mudah mengikuti instruksi bidan atau dokter mengenai kapan harus mengejan dan kapan harus beristirahat, sehingga risiko tekanan berlebih pada mata dapat ditekan sekecil mungkin.

Komentar (0)