Penting! 6 Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil

Penting! 6 Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil
Penting! 6 Hal yang Harus Diperhatikan Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil

1. Segera Buang Air Kecil

Hal pertama yang paling krusial untuk dilakukan adalah buang air kecil. Saat hamil, saluran kemih Bunda lebih rentan terhadap tekanan dan infeksi. Berhubungan intim dapat mendorong bakteri masuk ke dalam uretra (saluran kencing).

  1. Mencegah ISK: Dengan buang air kecil, Bunda secara alami "membilas" bakteri yang mungkin berpindah selama aktivitas seksual.
  2. Risiko Hamil: Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK), yang jika dibiarkan bisa memicu kontraksi dini.

2. Bersihkan Area Kewanitaan dengan Air Hangat

Setelah buang air kecil, bersihkan area luar organ intim menggunakan air bersih yang hangat. Bunda tidak perlu menggunakan sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum kuat atau bahan kimia keras.

  1. Cukup Basuh Bagian Luar: Hindari melakukan douching (menyemprotkan air ke dalam vagina) karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dan meningkatkan risiko infeksi.
  2. Keringkan dengan Benar: Gunakan handuk lembut atau tisu dengan cara menepuk-nepuk pelan hingga kering dari arah depan ke belakang guna mencegah perpindahan kuman.

3. Perhatikan Reaksi Tubuh dan Gerakan Janin

7 Posisi Hubungan Intim yang Aman saat Hamil Muda - KlikDokter

Setelah berhubungan, cobalah untuk berbaring tenang sejenak sambil mengamati apa yang dirasakan oleh tubuh.

  1. Kontraksi Ringan: Adalah hal yang wajar jika perut terasa sedikit kencang (Braxton Hicks) setelah orgasme karena adanya pelepasan hormon oksitosin. Namun, jika kencang tidak kunjung hilang, Bunda perlu waspada.
  2. Pantau Gerakan Bayi: Biasanya bayi akan bergerak aktif setelah berhubungan karena detak jantung Bunda yang meningkat, atau justru tertidur karena efek ayunan. Pastikan gerakan janin tetap terasa normal seperti biasanya.

4. Minum Air Putih yang Cukup

Aktivitas seksual adalah salah satu bentuk aktivitas fisik yang bisa membuat tubuh sedikit terhidrasi. Bagi ibu hamil, menjaga asupan cairan sangat penting untuk metabolisme dan kesehatan janin.

  1. Membantu Pembilasan Bakteri: Minum air putih membantu ginjal memproduksi urin lebih cepat, sehingga membantu proses pembersihan saluran kencing dari bakteri sisa berhubungan tadi.
  2. Mencegah Kelelahan: Air putih membantu menstabilkan kembali stamina Bunda setelah beraktivitas.

5. Gunakan Pakaian Dalam yang Longgar dan Berbahan Katun

Setelah membersihkan diri, hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat atau berbahan sintetis seperti nilon.

  1. Sirkulasi Udara: Pilihlah celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Area kewanitaan ibu hamil cenderung lebih lembap karena peningkatan cairan vagina (keputihan).
  2. Mencegah Jamur: Pakaian yang longgar memberikan sirkulasi udara yang baik sehingga mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri yang bisa memicu rasa gatal dan iritasi.

6. Waspadai Tanda-Tanda Bahaya

Hal terakhir yang wajib dilakukan adalah mengenali kapan Bunda harus segera menghubungi dokter. Meskipun bercak darah ringan (flek) atau kram ringan sering terjadi karena leher rahim yang sensitif saat hamil, Bunda harus waspada jika:

  1. Pendarahan Hebat: Jika pendarahan yang keluar menyerupai darah menstruasi.
  2. Ketuban Pecah: Merasakan adanya cairan yang merembes atau keluar secara tiba-tiba dari vagina.
  3. Kram Hebat: Nyeri perut yang sangat kuat dan tidak hilang meski sudah beristirahat.
KehamilanKesehatanGlobumil
Dipublikasikan:
Kategori: Kehamilan
Penulis:
Globumil

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Berikan Komentar