Pada dasarnya, IUD termasuk salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99 persen. Artinya, kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil. Namun, seperti metode kontrasepsi lainnya, IUD tidak dapat memberikan jaminan mutlak. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kehamilan masih mungkin terjadi akibat posisi IUD yang bergeser, pemasangan yang kurang tepat, atau faktor lain yang memengaruhi kinerjanya. Maka simak penjelasan di bawah ini.
Mengapa Kehamilan pada Pengguna IUD Bisa Terjadi?
Meskipun sangat jarang, ada beberapa kondisi yang membuat alat ini gagal menjalankan fungsinya secara maksimal. Inilah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kegagalan KB IUD:
- Posisi IUD Bergeser (Ekspulsi)
Ini adalah penyebab paling umum. IUD bisa bergeser dari posisi idealnya di dalam rahim, bahkan ada kalanya alat ini keluar sendiri (terlepas) tanpa disadari oleh penggunanya. Jika IUD tidak berada di tempat yang semestinya, fungsi utamanya dalam mencegah pertemuan sel telur dan sperma tidak akan berjalan.
- Pemasangan yang Kurang Sempurna

Meskipun sangat jarang, posisi IUD yang tidak tepat sejak awal pemasangan dapat mengurangi efektivitasnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemasangan oleh tenaga medis profesional yang berpengalaman.
- Penggunaan Melebihi Masa Pakai
Setiap jenis IUD memiliki batas masa aktif, misalnya 5 tahun atau 10 tahun tergantung pada jenisnya. Jika penggunaan melebihi durasi yang disarankan, efektivitasnya akan menurun drastis dan risiko kehamilan menjadi lebih besar.
- IUD Belum Bekerja Maksimal
Pada beberapa kasus, kehamilan bisa terjadi jika hubungan intim dilakukan sesaat setelah pemasangan, terutama jika IUD tidak langsung bekerja secara penuh. Dokter biasanya menyarankan durasi tertentu sebelum alat tersebut benar-benar efektif melindungi.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
Mengingat risikonya meskipun kecil, Bunda tetap harus waspada. Perhatikan beberapa kondisi berikut sebagai langkah antisipasi:
- Jadwal Haid Terlambat
Jika Bunda mengalami keterlambatan haid yang cukup signifikan, jangan ragu untuk melakukan tes kehamilan sebagai langkah awal pengecekan.
- Perubahan pada Benang IUD
Secara berkala, Bunda disarankan untuk memeriksa benang IUD secara mandiri. Jika benang terasa lebih panjang, lebih pendek, atau bahkan tidak terasa sama sekali, segera periksakan diri ke dokter.
- Muncul Gejala Kehamilan
Mengalami mual, sensitif terhadap bau, payudara terasa lebih padat, atau kelelahan ekstrem yang tidak biasa, sebaiknya segera dikonsultasikan dengan tenaga medis.
- Nyeri Perut yang Tidak Wajar
Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah yang tidak kunjung hilang perlu diperiksa untuk memastikan posisi IUD tetap aman dan tidak terjadi infeksi atau komplikasi lainnya.

Komentar (0)