1. Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah
Banyak yang percaya bahwa paparan cahaya atau energi saat gerhana bulan dapat membahayakan janin. Faktanya, gerhana bulan hanyalah peristiwa astronomi di mana bumi berada di antara matahari dan bulan. Tidak ada radiasi berbahaya yang dipancarkan saat gerhana bulan terjadi. Bunda tetap boleh keluar rumah, namun pastikan untuk tetap menjaga keselamatan diri dari udara dingin atau kerumunan orang jika sedang berada di tempat umum.
2. Menyebabkan Cacat Lahir atau Bibir Sumbing
Ini adalah salah satu mitos yang paling sering terdengar. Konon, jika ibu hamil melihat gerhana, bayinya akan lahir dengan cacat fisik. Secara medis, cacat lahir atau bibir sumbing disebabkan oleh faktor genetik, kekurangan asupan nutrisi (seperti asam folat), atau paparan zat kimia berbahaya selama kehamilan, bukan karena fenomena benda langit. Kejadian bayi lahir cacat saat gerhana hanyalah sebuah kebetulan yang tidak memiliki kaitan sebab-akibat.
3. Dilarang Menggunakan Benda Tajam
Ada kepercayaan bahwa ibu hamil tidak boleh memegang pisau, gunting, atau jarum saat gerhana karena bisa menyebabkan luka pada janin. Tentu saja, ini tidak benar. Larangan ini mungkin bermaksud agar Bunda lebih berhati-hati saat kondisi lingkungan gelap. Secara ilmiah, aktivitas memotong atau menjahit tidak akan memengaruhi fisik janin di dalam rahim yang terlindungi dengan aman oleh air ketuban dan dinding rahim.
4. Harus Mandi Setelah Gerhana Berakhir

Beberapa tradisi mengharuskan ibu hamil mandi untuk "membersihkan diri" dari pengaruh buruk gerhana. Secara medis, mandi memang baik untuk kebersihan dan relaksasi, tetapi tidak ada hubungannya dengan pembersihan energi negatif dari bulan. Jika Bunda ingin mandi agar merasa lebih segar dan tenang, silakan saja, namun jangan melakukannya dengan air dingin di tengah malam karena bisa memicu kontraksi atau kedinginan.
5. Dilarang Makan Selama Gerhana
Mitos ini menyebutkan bahwa makanan yang dimasak saat gerhana akan tercemar dan menyebabkan gangguan pencernaan. Faktanya, kualitas makanan bergantung pada cara pengolahan dan kebersihannya, bukan pada posisi bulan. Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang teratur; menahan lapar dalam waktu lama justru bisa membuat Bunda lemas dan asam lambung naik, yang tentu tidak baik bagi kesehatan janin.
6. Harus Bersembunyi di Bawah Tempat Tidur
Kepercayaan ini bertujuan untuk menghindari "gigitan" atau pengaruh buruk gerhana. Tentu saja, bersembunyi di bawah tempat tidur bagi ibu hamil justru berbahaya karena ruang yang sempit bisa membuat Bunda sesak napas, terbentur, atau mengalami kram otot. Cara terbaik menghabiskan waktu saat gerhana adalah dengan beristirahat dengan posisi yang nyaman di atas tempat tidur atau sofa.
7. Gerhana Menyebabkan Janin Menjadi Hiperaktif
Sebagian orang mengamati bahwa janin bergerak lebih aktif saat gerhana. Sebenarnya, janin bereaksi terhadap emosi Bunda. Jika Bunda merasa cemas atau stres karena memikirkan mitos-mitos gerhana, detak jantung dan hormon stres Bunda akan meningkat, yang kemudian dirasakan oleh janin. Jadi, gerakan aktif tersebut lebih disebabkan oleh kondisi psikologis Bunda, bukan karena pengaruh tarikan gravitasi bulan yang luar biasa.

Komentar (0)