Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip semakin sering dikeluarkan, semakin banyak yang diproduksi. Selain itu, suasana hati ibu juga memengaruhi kelancaran ASI. Ketika ibu merasa tenang dan tidak stres, tubuh akan memproduksi hormon yang membantu memperlancar ASI.
Karena itu, menjaga produksi ASI bukan hanya soal mengonsumsi makanan bergizi, tetapi juga membiasakan pola menyusui yang tepat. Maka ini 7 cara agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan si kecil terpenuhi.
1. Menyusui atau Memompa Secara Rutin dan Sering
Produksi ASI sangat bergantung pada seberapa sering payudara dikosongkan. Ketika bayi menyusu atau Ibu memompa, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memproduksi lebih banyak ASI lagi. Sebaiknya susui bayi setiap 2 hingga 3 jam sekali, atau minimal 8 sampai 12 kali dalam sehari. Jangan menunggu payudara terasa penuh baru menyusui, karena membiarkan payudara penuh terlalu lama justru memberikan sinyal pada tubuh untuk memperlambat produksi ASI.
2. Pastikan Posisi dan Perlekatan Bayi Sudah Benar
Perlekatan (latch-on) yang salah adalah penyebab utama ASI seret dan puting lecet. Jika mulut bayi hanya menempel pada ujung puting, ia tidak akan bisa mengisap ASI dengan efektif, sehingga payudara tidak kosong dengan sempurna. Pastikan sebagian besar area gelap di sekitar puting (areola) masuk ke dalam mulut bayi yang terbuka lebar, dagunya menempel pada payudara, dan bibirnya terlipat ke luar. Perlekatan yang pas akan menstimulasi saraf payudara untuk mengalirkan ASI lebih deras.
3. Terapkan Teknik "Double Pumping" atau Pumping Sambil Menyusui

Jika Ibu bekerja atau sering memompa, cobalah teknik memompa kedua payudara sekaligus (double pumping). Teknik ini terbukti dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mengosongkan payudara lebih efisien dalam waktu singkat. Jika menyusui langsung, Ibu juga bisa memasang pompa ASI manual atau penampung ASI di payudara satunya yang sedang tidak disusui untuk memanfaatkan refleks aliran ASI (let-down reflex).
4. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh dan Nutrisi Ibu
ASI sebagian besar terdiri dari air. Oleh karena itu, Ibu menyusui sangat rentan mengalami dehidrasi jika kurang minum, yang berdampak langsung pada penurunan volume ASI. Biasakan untuk minum setidaknya 2 hingga 3 liter air putih setiap hari, atau selalu sediakan segelas air setiap kali akan menyusui. Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, lemak sehat, serta sayuran hijau seperti daun katuk atau bayam yang dikenal sebagai pelancar ASI alami (galactagogue).
5. Kelola Stres dan Luangkan Waktu untuk Istirahat
Hormon oksitosin, yang bertugas memancarkan ASI keluar dari payudara, sangat sensitif terhadap suasana hati Ibu. Stres, cemas, kelelahan, dan kurang tidur dapat menghambat kerja hormon ini, membuat ASI jadi sulit keluar meskipun produksinya banyak. Cobalah untuk beristirahat saat bayi sedang tidur, mintalah bantuan pasangan untuk mengurus rumah, dan lakukan hal-hal kecil yang membuat Ibu merasa bahagia serta rileks.
6. Lakukan Pijat Laktasi dan Kompres Hangat
Sebelum menyusui atau memompa, Ibu bisa memberikan kompres hangat pada payudara selama beberapa menit untuk melebarkan saluran ASI dan memperlancar alirannya. Setelah itu, lakukan pijat laktasi secara perlahan dengan gerakan memutar dari pangkal payudara menuju puting. Pijatan lembut ini tidak hanya melancarkan sumbatan ASI, tetapi juga merangsang pelepasan hormon oksitosin yang memicu sensasi relaksasi.
7. Hindari Penggunaan Dot Terlalu Dini
Pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan, usahakan untuk tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi terlebih dahulu. Penggunaan dot terlalu awal bisa memicu kondisi "bingung puting", di mana bayi merasa cara mengisap dot lebih mudah daripada mengisap payudara Ibu. Akibatnya, bayi akan malas menyusu langsung ke payudara, yang lambat laun akan membuat produksi ASI Ibu menurun drastis karena kurangnya stimulasi alami.

Komentar (0)